Berita

bengkelappek.org, Desa-desa di wilayah Amabi Oefeto Timur memiliki hasil alam yang melimpah  tetapi belum di kelola dengan maksimal oleh BUMDes. Sehingga BUMDes didorong untuk mengembangkan potensi desa  agar memperoleh pendapatan yang menunjang untuk program di desa.

Hal ini kemudian disampaikan oleh Maher S.H. Ora selaku Camat Amabi Oefeto Timur dalam kegiatan workshop hasil assesment kapasitas usaha BUMDes dan pembentukan jaringan penggerak tingkat kecamatan pada hari Senin (13/12/2021), aula kantor kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang.

“Saya berharap pendampingan di desa Oemofa dan desa Muke terus dilakukan. Sehingga unit usaha BUMDes di dua desa ini dapat menjadi contoh untuk 8 desa yang lain di kecamatan ini. Workshop ini sebagai bentuk dukungan kemajuan BUMdes di Oefeto Timur. BUMdes dikembangkan guna memperoleh pendapatan untuk desa yang akan menunjang program di desa.  Semoga kerja sama ini terus dilakukan di tahun-tahun yang akan datang. Kita sama-sama bekerja untuk BUMdes”, ungkap Maher.

Sedangkan Primus Nahak sebagai fasilitator kegiatan tersebut mengatakan bahwa hasil alam yang melimpah dan tidak dikendalikan oleh BUMDes. Tengkulak datang ke desa dengan membeli langsung dari petani karena tidak ada pengepul dari desa atau BUMdes. Usaha air minum sehat yang tidak berjalan baik dan usaha kerajinan tangan yang tidak diekspos lebih luas.

“BUMDes harus melihat potensi desa yang ada. BUMDes belum melirik potensi dea dengan baik. Melihat usaha yang menguntungkan bagi BUMDes. BUMDes bisa menjadi pengumpul hasil alam yang dibeli dari petani kemudian dijual ke luar tetapi bukan untuk mematikan pengusaha desa”, tutur Primus Nahak.

Lebih lanjut ia menyampaikan kedua desa ini memilki unit usaha BUMDes yang sama, jasa sewa tenda dan kursi dan simpan pinjam. Kemudian selama usaha BUMDes dilakukan, ada beberapa kendala yang terjadi yaitu manjemen usaha yang tidak terstruktur, koordinasi antar pengurus BUMDes yang tidak berjalan baik dan pengeloaan yang tidak efektif.

Foto Peserta Sedang Mendengarkan Pemaaran Hasil Assesment Kapasitas Usaha BUMDes Dari Fasilitator Pada Hari Senin, 13/12/2021 di Aula Kantor Kecamatan Amabi Oefeto Timur (Sumber: Dokumentasi Kristin)

Perwakilan dari Yayasan Alfa Omega (YAO), Jecky J. Benggu, menyampaikan dukungan kepada pengurus BUMDes yang hadir untuk memanfaatkan kekuatan yang ada. Kekuatan yang cukup banyak untuk meningkatkan partisipasi masyarakat ikut membangun ekonomi desa.

Turut hadir kepala desa  Oemofa, Yohanis Nope, mengharapkan adanya pelatihan atau pendampingan untuk pengurus BUMDes di dua desa dampingan untuk wilayah kecamatan Amabi Oefeto Timur.

“Mari kita berjuang untuk perkembangan BUMDes di kecamatan ini. Harus memulai dari diri sendiri. Membenahi struktur BUMDes yang ada. Terima kasih kepada Bengkel APPeK yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dan membantu kami di sini” ujar Yohanis.

Untuk diketahui Workshop dan pembentukan jaringan penggerak BUMDes tingkat kecamatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari program Envision (Enabling Civil Society For Inclusive Economic Development) yang artinya memampukan organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan ekonomi desa yang inklusif melalui pendampingan bagi CSO, fasilitator desa dan BUMDes di Kabupaten Kupang. program ini kerja sama Bengkel APPeK NTT, Yayasan Alfa Omega (YAO), Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Uni Eropa.

Selain menyampaikan hasil assessment, workshop ini bertujuan membentuk jaringan penggerak BUMDes berperspektif gender yang melibatkan kaum perempuan, pemuda, pemudi dan kaum disablitas dalam jaringan penggerak BUMdes di Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Sedangkan  peserta yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Pemerintah Kecamtan,Pengurus BUMDes, Fasdes, Pemerintah Desa, dan Responden dari desa Oemofa dan desa Muke.

Penulis  : Kristin

Editor    : Naldo

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media