Berita

bengkelappek.org, Kelompok Dendeng Nekmese dilibatkan dalam Bazaar produk-produk  di Kabupaten Kupang bersama komunitas Sepekita.

Kegiatan ini telah dilaksanakan dari tanggal 16 Desember dan berakhir pada tangal 20 Desember 2021 mendatang. Sedangkan kegiatanya dimulai pukul 09.00-19.00 WITA yang berlangsung di Jalan Timor Raya tepatnya di desa Noelbaki, Kabupaten Kupang. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 12 kelompok UMKM dan salah satunya kelompok Dendeng Nekmese.

Dendeng Nekmese merupakan kelompok yang dibentuk oleh Bengkel APPeK NTT pada tanggal 27 November 2021 melalui program Sekolah Aman, kerjasama Bengkel APPeK dengan Yappika Actionaid yang didanai oleh Penny Appeal. Meskipun baru terbentuk, kelompok ini sangat senang karena telah dilibatkan dalam kegiatan Bazaar.

Hal tersebut disampaikan oleh Meri sebagai anggota kelompok Dendeng Nekmese, ia menyampaikan “Senang dilibatkan dalam bazaar ini karena ini juga sebagai memperkenalkan produk olahan mereka kepada masyarakat karena kelompok mereka ini baru saja terbentuk tanggal 27 November 2021 yang lalu.Kelompok ini beranggotakan 10 orang yang turut dipilih saat pembentukan kelompok” ujarnya.

Produk-produk yang mereka hasilkan adalah kiri-kiri, keripik ubi dan pisang, stik ubi ungu, stik kelor, kacang senyum. Ia kemudian mengharapkan bahwa “setelah terbentuknya kelompok mereka harus terus berjalan dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya”imbunya.

Menurut Yustina selaku koordinator lapangan Sepekita menyampaikan bahwa selain memperkenalkan kepada masyarakat, ini juga sebagai apresiasi terhadap kelompok-kelompok yang terus berkembang dengan produk-produk yang telah dihasilkan. Selain itu juga ini bertujuan agar pemerintah daerah melihat banyaknya potensi yang ada di kelompok-kelompok khususnya kelompok perempuan yang bagus baik dari isi dan kemasannya.

“kedepan kelompok-kelompok baru yang mengikuti kegiatan ini lebih dikenal baik dari nama kelompoknya maupun produk-produknya, sedangkan kelompok-kelompok yang sudah menjalani usaha akan semakin maju dan semakin berkembang karena telah banyak transaksi dan interaksi selama kegiatan ini” ujarnya.

Ia kemudian mengharapkan agar pemerintah dapat melihat aset-aset yang berpotensi untuk mengembangkan ekonomi lokal.

”Harapannya pemerintah daerah baik dari tingkat desa dapat melihat aset-aset yang mereka punya di daerah,  jadi Sepekita memberikan ruang dan wadah untuk sama-sama memperkenalkan produk-produk lokal go global.  Harapan untuk pemerintah daerah agar memberikan ruang terhadap kelompok-kelompok supaya ini bukan hanya kegiatan pertama dan terakhir namun dapat berlanjut, sehingga diberikan momen-momen yang pas kepada pelaku usaha dari Kabupaten Kupang agar bisa memperkenalkan produk-produk mereka agar dapat bersaing di pasar global” lanjutnya.

Untuk diketahui, Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan misi Sepekita dalam bidang pemberdayaan sehingga Sepekita berpikir harus melakukan sebuah kegiatan sebagai wadah memperkenalkan kepada khalayak produk-produk kelompok-kelompok baik itu kelompok binaan Sepekita maupun kelompok-kelompok diluar.

Produk-produk yang dijual pada bazaar tersebut adalah produk-produk olahan pertanian dan perkebunan baik itu dari keripik pisang, keripik ubi, stik ubi ungu, stik kelor, marning jagung, keripik pepaya, keripik jantung pisang dan juga ada aneka minuman instan herbal dan masih banyak lainnya. Selain produk olahan adapun produk-produk kue kering dan kue basah karena ini menjelang natal maka produk-produk ini juga dipasarkan. Selain itu juga ada produk-produk kerajinan tangan yang terbuat dari daun lontardan kerajinan tangan dari benang.

Penulis : Elin

Editor   : Naldo

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media