Berita

bengkelappek.org, Bengkel APPeK NTT Menyelenggarakan Workshop Hasil Assesment Kapasitas Usaha BUMDes dan Pembentukan Jaringan Penggerak BUMDes Tingkat Kecamatan Kupang Timur pada hari, Senin (13/12/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh tiga desa dampingan yaitu Pukdale, Oesao dan Tuapukan. Sedangkan peserta yang ikut terlibat terdiri dari pemerintah desa, pendamping desa, fasilitator desa dan pengurus BUMDes.

Direktur Bengkel APPeK NTT Vinsensius Bureni yang juga merupakan fasilitator kegitan ini menyampaikan workshop dilakukan karena Bengkel APPeK dan fasilitator desa telah melakukan assesment di tiga desa tersebut.

“Bapak/ibu diutus datang untuk mewakili desanya,  kenapa tadi dibilang workshop karena kami menemukan hasil assessment yang artinya kita melakukan wawancara, pengamatan terhadap potensi yang dikelola oleh BUMDes dan bagaimana perkembangan usaha masyarakat selama ini. Itu yang kita lakukan beberapa bulan yang lalu, sehingga sekarang kita menyampaikan hasilnya itu yang namanya workshop hasil assesment. Menyampaikan hasil assesment terhadap data-data yang kami temukan di tiga desa ini. Jadi, bukan sesuatu yang kami duduk karang di Bengkel APPeK sana baru datang workshop di sini. Makna workshop itu, menyampaikan atau mempresentasikan hasil, terhadap apa? Assesment di tiga desa ” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, tugas Bengkel APPeK untuk menemukan informasi dan mengelolanya menjadi data sehingga dapat disampaikan kepada Pemerintah, Yayasan Alfa Omega dan Wahana Visi Indonesia.

“Tugas Bengkel APPek itu adalah menemukan informasi kebutuhan dari desa kemudian mengelolanya menjadi data sehingga jangan omong asal bunyi. tapi, kalau berdasarkan data apa yang disampaikan oleh warga, apa yang disampaikan oleh pengurus BUMDes, apa yang disampaikan oleh aparat desa, apa yang disampaikan oleh BPD, apa yang disampaikan oleh fasilitator desa. Kami kumpulkan informasi itu dan diola menjadi data dan informasi kemudian disampaikan kepada pemerintah kabupaten, Alfa Omega dan WVI untuk menindaklanjuti dalam hal melatih. Jadi yang melatih YAO dan WVI, setelah dilatih kami melakukan pendampingan” tegasnya.

Foto Peserta Yang Mengikuti Workshop Hasil Assesment Kapasitas Usaha BUMDes Dan Pembentukan Jaringan Penggerak BUMDes Tingkat Kecamatan Kupang Timur Pada Hari, Senin, 13/12/2021 (Sumber: Dokumentasi Naldo)

Sedangkan camat Kupang Timur menyampaikan terimakasih kepada Bengkel APPeK NTT yang telah memilih tiga desa di wilayah itu untuk melakukan pendampingan.

“Kita berbicara tentang BUMDes tentu berbicara tentang seluruh BUMDes yang berada di wilayah Kecamatan Kupang Timur. Pada kali ini saya menyampaikan terimakasih banyak bapak direktur dan seluruh jajaran yang memilih tiga desa sebagai subjek untuk melakukan pembinaan terhadap BUMDes yang berada di Kupang Timur” ungkapnya.

Ia kemudian menambahkan bahwa tiga desa tersebut akan menjadi contoh bagi desa-desa yang lain di wilayah kecamatan Kupang Timur. Apalagi ketiga desa itu memiliki potensi  yang cukup besar untuk dikelola oleh BUMDes sehingga perlu didorong untuk mengelola potensi desa dengan baik.

“Pemikiran saya di desa masing-masing memiliki potensi yang cukup besar. Padahal di desa sudah ada BUMDesnya Tapi tidak memanfaatkan potensi yang ada. Oleh sebab itu, harapan saya bahwa ketiga desa ini tolong dibina semaksimal mungkin. Sehingga mereka ulang dari sini bisa menghasilkan sesuatu untuk desa mereka” lanjutnya.

Setelah penyampaian hasil assesment, kegiatan ini dilanjutkan dengan pembentukan jaringan penggerak BUMDes tingkat Kecamatan Kupang Timur dan memilih Yeremias Meok (Koordinator), Rita Mbura (Wakil Koordinator) dan Tessa Lusi (Sekretaris). Pemilihan inipun menggunakan mekanisme voting dan suara terbanyak akan menjadi Koordinator. Tidak hanya pada pemilihan koordinator, voting juga berlaku untuk pemilihan wakil koordinator dan sekretaris.  

Ketua koordinator Yeremias Meok kepada media Suara Kampung,  mengatakan kedepanya untuk selalu melihat perkembangan BUMDes dan terus berkoordinasi dengan Bengkel APPeK dan Yayasan Alfa Omega.

“Kami akan jadwalkan tiga BUMDes ini  untuk ada koordinasi dengan baik. kemudian melihat perkembangan yang ada dan terus melihat hal-hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan BUMDes. Hal-hal yang berhubungan dengan pihak Bengkel APPeK dan YAO kami juga terus koordinasikan” imbunya.

Untuk diketahui kegiatan Workshop Hasil Assesment Kapasitas Usaha BUMDes Dan Pembentukan Jaringan Penggerak BUMDes Tingkat Kecamatan ini merupakan implementasi dari program ENVISION (Enabling Civil Society For Inclusive Economic Development) yang artinya Memampukan Organisasi Masyarakat Sipil Dalam Pembangunan Ekonomi Desa Yang Inklusif Melalui Pendampingan Bagi CSO, Fasilitator Desa dan BUMDes di Kabupaten Kupang. Program ini kerja sama Bengkel APPeK NTT, Yayasan Alfa Omega (YAO), Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Uni Eropa.

Penulis : Naldo J

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media