Berita

bengkelappek.org, Untuk mendukung kemandirian Kelompok Usaha Perempuan Komunitas Sekolah (KUPKS), “Bengkel” (Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung) APPek NTT atau lebih dikenal Bengkel APPeK NTT, melakukan pertemuan bersama Pemerintah Desa Manusak pada hari Jumad, 14/01/2022 di Aula Kantor Desa Manusak, Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini merupakan implemetasi dari program Sekolah Aman, kerjasama Bengkel APPeK dan YAPPIKA ActionAid yang didanai oleh PENNY APPEAL. Program ini mendorong pendidikan sekolah dasar yang berkualitas, didukung oleh penyadaran  kritis terhadap kesehatan, penguatan ekonomi komunitas sekolah  dan tanggap bencana serta kebijakan pemerintah yang berpihak pada komunitas sekolah.

Koordinator Program Tarsianus Tani, dalam sambutanya menyampaikan pertemuan tersebut untuk mendiskusikan atau mendialogkan berkaitan dengan kebutuhan Kelompok Usaha Perempuan Komunitas Sekolah dan kebijakan Pemerintah Desa yang memberi  kontribusi kepada kebutuhan kelompok perempuan komunitas sekolah melalui perencanaan dan penganggran pembangunan Desa Manusak.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita kembali bertemu ditempat ini untuk mendiskusikan atau mendialogkan terkait dengan kebijakan desa yang memberi kontribusi kepada kebutuhan Kelompok Usaha Perempuan Komunitas Sekolah atau masyarakat pada umunya melalui perencanaan pembangunan di desa manusak” Ujarnya.

Tarsianus Juga menambahkan bahwa kegiatan hari ini tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan sebelumya mengenai penguatan kapasitas kelompok perempuan di desa terutama kelompok usaha perempuan komunitas Sekolah di SDN Tetelek Desa Manusak.

“Hari ini, di tempat ini sudah hadir kepala desa bersama perangkat desa, ketua PKK, BUMDes untuk kita sama-sama membahas berbagai hal berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Desa Manusak dan kebutuhan kelompok perempuan melalui perencanaan dan penganggaran Desa. Pada kesempatan ini ketika kita bicara perencanaan dan penganggaran desa maka kita tidak berbicara keinginan tetapi berbicara tentang kebutuhan yang paling mendasar untuk mendukung pengembangan usaha kelompok perempuan komunitas sekolah” Tegasnya.

Lebih lanjut wakil direktur Bengkel APPeK NTT itu mengharapkan kehadiran kelompok akan memberikan banyak informasi kepada pemerintah desa Manusak.

“Kehadiran kita pada hari ini bapak/ibu dari kelompok perempuan memberikan banyak informasi atau aspirasi kepada pemerintah desa tentang apa yang dirasakan, apa yang menjadi kebutuhanya dan tindakan apa yang harus dilakukan kedepan dalam rangka memperkuat diri atau kelompok untuk proses penguatan ekonomi untuk mendukung proses pendidikan anak-anak supaya mereka tidak mengalami hambatan dalam mengikuti pendidikan” Lanjutnya.

“Dalam rangka kegiatan advokasi bersama pemerintah desa, anggota kelompok lebih banyak bersuara dan ruang hari ini adalah momen untuk kelompok bersuara menyampaikan banyak hal, saya dan teman-teman hanya memfasilitasi kita untuk berdialog. Karena itu proses yang kita bangun pada hari ini, saya kira bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga memberi manfaat untuk keberlangsungan kelompok dan juga memberi manfaat untuk perjalanan membangun desa kedepan” Imbunya.

Terbentuknya kelompok usaha perempuan Tunas Harapan Manusak nyatanya sangat didukung oleh pemerintah  desa. Kepala Desa Manusak, Artur Ximenes, menawarkan bangunan kantin sekolah untuk dimanfaatkan oleh kelompok.

“Kami ada bangunan, yang tidak terlalu luas, kelompok nanti membutuhkan, silahkan. Kami akan buatkan surat penggunaan bangunan aset desa yang ada di  lingkungan sekolah. Bangunan ini masih ada bisa digunakan oleh kelompok ini” Ujar Arthur.

Tidak hanya bangunan, tetapi pemerintah desa Manusak juga merencanakan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 20.000.000.00  untuk empat kelompok usaha yang ada di desa  Manusak dan salah satunya kelompok Tunas Harapan Manusak.

“Ada empat kelompok yang kita intervensi dengan alokasi anggaran Rp.20.000.000, mudah-mudahan ini bisah berjalan dengan baik dan bapa ibu yang bergabung dengan kelompok juga bisa mendapatkan kepastian dari apa yang kami rencanakan” ungkapnya.

Pernayataan kepala desa Manusak tersebut mendapat apresiasi dari kelompok Tunas Harapan Manusak. Salah satunya disampaikan oleh Zelia Pinto selaku ketua kelompok, ibu Selia mengapresiasi perhatian pemerintah Desa Manusak untuk memberikan fasilitas desa dan bantuan anggaran untuk kelompok.

“Kami sudah mendengar secara langsung, pemerintah desa memberikan anggaran untuk kelompok perempuan kami. Sudah menjawab kebutuhan kelompk kami. Tetapi kami masih ada kendala soal pemasaran. Kami masih masih butuh dorongan dan motivasi untuk mengembangkan dan mempromosikan hasil usaha kami lebih dikenal luas, bisa ke luar dari Desa Manusak ini”, ungkap Zelia.

Menanggapi kendala pemasaran yang disampaikan oleh Zelia Pinto, ketua PKK Desa Manusak M.C. Ariani, menyarankan kelompok menggunakan kemasan yang cantik dan kemasan yang memenuhi standar kesehatan. Ia juga berjanji akan menggunakan jaringan PKK untuk menawarkan produk kelompok  ke dinas-dinas di Kabupaten Kupang.

Untuk diketahui, pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Desa Manusak, KAUR Perencanaan, Kepala Seksi Pelayanan dan Kesejahteraan, Ketua BPD Manusak, Kepala Dusun, Ketua PKK Desa Manusak, Ketua BUMDes, Pihak sekolah SDN Tetelek, dan anggota kelompok Tunas Harapan Manusak.

Penulis : Kristin

Editor    : Naldo J

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media