Berita

bengkelappek.org, Tim Program Sekolah Aman  melakukan pertemuan advokasi bersama pemerintah desa Noelbaki pada hari Jumad, 21/01/2022 di Aula Kantor Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.

Koordinator program Tarsianus Tani dalam sambutanya menyampaikan kegiatan ini sebagai salah satu agenda pendampingan program Sekolah Aman dalam mendukung Kelompok Usaha Perempuan Komunitas Sekolah (KUPKS) Dendeng Nekmese.

“kegiatan pada hari ini menjadi salah satu agenda kita dalam kegiatan pendampingan program. Namanya program sekolah aman, program ini sasaranya adalah  anak-anak SD di SDN Dendeng. Kita juga mendampingi orang tua dari siswa itu yang kita sebut dengan Kelompok Usaha Perempuan Komunitas Sekolah”, ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pelaksanaan kegiatan tersebut dalam rangka untuk mendengar dan memastikan kebijakan pemerintah desa Noelbaki yang berkontribusi terhadap keberadaan kelompok.

“Tadi bapa desa sudah memulai dengan bahwa kelompok itu memang harus legal. harapanya  pada kesempatan ini, kelompok ini penting untuk dilegalkan atau mendapatkan pengakuan dari desa kedepan melalui SK Kepala Desa tentu dengan syarat yang ditentukan oleh desa”, lanjut wakil direktur Bengkel APPeK itu.

Foto peserta Sedang Mengikuti Kegiatan Pertemuan Advokasi Bersama Pemerintah Desa Noelbaki Pada Hari/Tanggal : Jumad,21/01/2022 Di Aula Kantor Desa Noelbaki (Sumber: Dokumentasi Kristin)

Terkait dengan kebijakan pemerintah desa, Oktovianus L. Buke selaku kepala desa Noelbaki menyampaikan sudah menjadi kewajibanya untuk memberikan dana dan kelompok harus memenuhi syaratnya.

“Maka sudah Tentu kewajiban saya memberikan sokongan dana lewat pemberdayaan. Karena dana desa disiapkan untuk pemberdayaan, tinggal kita lihat juknisnya seperti apa. Kalau berbicara anggaran di desa, dana pemberdayaan untuk kelompok itu ada. Maka syaratnya kelompok itu harus legal dulu atau di sahkan melalui SK kepala desa”, ujarnya.

Ia juga menambahkan agar kelompok jangan berkecil hati karena pemerintah desa akan menghitung dana desa secara baik sehingga bisa dialokasikan untuk kelompok.

“bapa mama tetap berdoa untuk saya, supaya disetiap kebijakan anggaran itu. Saya yang berhak untuk menyutujuinya karena itu harus dihitung secara matang. Karena kalau kita sembarang, kalau kita salah-salah tiba-tiba kepala desa dipanggil inspektorat untuk di periksa. Saya tidak mau hal-hal begitu, saya tetap jeli melihat juknis yang ada supaya bapa mama punya hak bisa tersalurkan dan saya tidak terjebak dengan kebijakan atau keputusan, pungkasnya.

Oktovianus kemudian mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Bengkel APPeK NTT yang telah mewadahi masyarakat desa Noelbaki yang berada disekitar SDN Dendeng.

“Sebagai kepala desa tentunya yang punya masyarakat adalah saya dan terimakasih kepada Bengkel APPeK yang sudah mewadahi, megumpulkan, membentuk ini masyarakat saya di desa Noelbaki demi kesejahteraan mereka bahkan demi masa depan anak-anak mereka. karena itu saya sangat bangga dan mendukung program mama-mama semua”,ujarnya.

Senada dengan kepala desa, ketua BPD desa Noelbaki menyampaikan dalam rapat penetapan anggaran nanti akan terakomodir meskipun sedikit dan yang terpenting kelompok harus mendapat legalitas dari desa.

“Pada prinsipnya saya setuju bahwa apa yang disampaikan oleh bapa desa nanti dalam rapat penetapan anggaran APBDes pasti itu terakomodir dan dalam rapat musyawarah desa nanti biar nilaiya kecil tetapi harus ada. Minimal kelompok harus megantongi SK dari desa untuk dapat dana meskipun ada kerjasama dengan Bengkel APPeK tapi kalau dari desa tidak punya SK maka tidak dapat apa-apa” imbuhnya.

Ia juga mengharapkan kelompok perempuan di desa Noelbaki tetab bermitra dengan pemerintah desa dan setelah selesai pendampingan oleh Bengkel APPeK agar menjalankanya secara mandiri.

“karena itu, harapan kami usaha ini sudah bagus di bimbing berapa tahun oleh Bengkel APPeK dan setelah itu mandiri. Paling mandiri jangan mati, jangan sampai Bengkel APPeK lepas tangan, kemudian semangat satu tahun hilang sudah. Kita berharap kelompok-kelompok perempuan di desa Noelbaki tetap bermitra dengan pemerintah desa untuk membangun desa kita. kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi”, Tegasnya.

Untuk  diketahui kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda pendampingan program sekolah aman, kerja sama Bengkel APPeK NTT dengan YAPPIKA ActionAid yang didanai oleh PENNY APPEAL. Sedangkan peserta dalam kegiatan ini terdiri dari pemerintah desa Noelbaki, BUMDes desa Noelbaki, Kepala Sekolah SDN Dendeng dan Kelompok Dendeng Nekmese.

Penulis : Naldo J

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media