Berita

bengkelappek.org, Bengkel APPeK NTT  menyelenggarakan penyusunan  Rencana Strategis (Renstra)  2022-2026 di Kantor Bengkel  APPeK, Lasiana, Kota Kupang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 02-03 Februari 2022 dengan melibatkan 39 orang peserta diantaranya  perwakilan Forum Perempuan Desa Oebelo, PATBM Desa Noelbaki, JARPUK Ina Fo’a, Garamin NTT,  Mahasiswa Magang, BAP4D Kab. Kupang, Pengawas Bengkel APPeK, Pengurus Bengkel APPeK, Mitra LSM, Staf Bengkel APPeK dan difasilitatori oleh YAPPIKA Action- Aid.

Direktur YAPPIKA Action-Aid, Fransiska Fitri, menjadi salah satu fasilitator penyusunan renstra Bengkel APPeK NTT. Ia mengajak peserta renstra khususnya internal Bengkel APPeK untuk melihat tujuan dari renstra lima tahun ke depan.

“Melihat apa tugas utama Bengkel APPeK selama ini dan lima tahun  ke depan.  Menyusun strategi implementasi lima tahun ke depan. Pertemuan hari ini untuk merancang  program yang sistematis supaya bisa menentukan visi dan misi lima tahun ke depan”, kata Iko.

Ia kemudian mengatakan, Bengkel APPeK harus mampu mengidentifikasi sumber daya ke depan. Jangan hanya melihat apa yang sudah dimiliki saat ini. Tetapi perlu juga melihat potensi di luar dan jangan  patah semangat jika saat ini sumber daya atau dana  kecil. 

“Masih ada sumber-sumber yang membantu organisasi. Analisis organisasi menjadi aset untuk melihat hal-hal yang penting direspon ke depan untuk masyarkat sipil maupun pemerintah. harapanya proses kepemilikan atas hasil dan keputusan yang dihasilkan dan menjadi milik organisasi”,ungkapnya.

Foto Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Bengkel APPeK NTT Difasilitatori Oleh Direktur YAPPIKA Action-Aid Pada Hari/Tanggal: Kamis,03/02/2022 (Sumber: Dokumentasi Baros)

Penyampaian refleksi lima tahun Bengkel APPeK menjadi bagian yang terpenting dalam kegiatan ini. Fasilitator kegiatan, Fransiska Fitri atau Iko, memberikan kesempatan kepada Vinsensius Bureni untuk menyampaikan refleksi  lima tahun kerja Bengkel APPeK.

Dalam refleksi direktur Bengkel APPeK NTT, Vinsensius  Bureni, menceritakan keterlibatan Bengkel APPeK dalam kerja-kerja kemanusiaan. Fokus kerja selama lima tahun terkahir di tingkat birokrasi. Ada 1 provinsi, 13 kabupaten, 129 desa. Setiap  desa ada forum perempuan, ada 4 aliansi  yang bergerak di kabupaten dan provinsi, 21 bumdes yang didampingi, 20 komunitas Sekolah Dasar dan 21 PATBM di Kabupaten  Kupang.

“Aktivitas Bengkel APPeK  terlibat dalam berbagai penguatan kapasistas di  internal maupun dengan jaringan/mitra kerja (NGO, perbankan, dan pemerintah). Kita selalu menyuarakan nilai-nilai demokrasi dan anti korupsi dalam kerja-kerja kolaborasi Bengkel APPeK. Pengembangan unit usaha (kebun untuk tanaman cabe) dan media komunikasi. Keterbukaan pengelolaan keuangan. Setiap kegiatan atau assessment yang dilakukan harus berbasis data”, kata Vinsen.

Ia juga mengharapkan kegiatan ini bisa menemukan strategi atau program 5 tahun ke depan dengan melihat aspek ekstrenal dan intenal.

“Melihat dari aspek eksternal kita dapat mencari tahu peluang dan tantangan ke depan. Aspek internal kita mencari kekuatan dan kelemahan kita di dalam Bengkel APPek. Banyak kontribusi  pemikiran publik untuk berkolaborasi dari sisi ekonomi, politik, kesehatan, sosial  dan  budaya untuk  membangun NTT. Membantu  kita menemukan strategi atau program  ke depan yang perlu kita lakukan ”, ungkap direktur Bengkel APPeK tersebut.

Analisis  lingkungan  eksternal  Bengkel APPeK dipaparkan oleh Laurensius Sarani. Ia mengatakan, pokok  atau  gagasan yang dihasilkan bersama dalam analisis eksternal untuk dilihat jadi panduan.

“ Kita melihat isu politk, melihat demokrasi dan kesejahteraan  di tingkat nasional dan lokal. Isu strategis eksternal yang  mesti kita  respon sebagai Bengkel APPeK atau sebagai masyarakat  sipil, melihat isu di luar sana”, tutur Laurensius.

Sementara analisis internal disampaikan oleh Alfred Enamau dengan mendeskripsikan kelemahan dan kelelebihan oraganisasi. Ia mengatakan “pengendalian organisasi ini, belum berjalan secara maskimal. Ada yang menjabat dalam program. Dalam aspek kelembagaan, asepek legalitas, ke depan diperhatikan. Memperkuat budaya organisasi, nilai-nilai yang menjadi ciri khas dinternalisasikan, transpransi, akuntablitas, antikorupsi, kesetaraan”,ungkap Alfred.

Sedangkan salah satu peserta perwakilan PATBM desa Noelbaki, Hawau Kalay, meminta Bengkel APPeK terus berkolaborasi dengan desa.

“Bengkel APPeK harus membantu masyarakat rentan yang tidak terjangkau dan tidak memiliki akses sumber daya”, ungkap Hawau.

Pada hari kedua kegiatan penyusunan renstra dimulai dengan pembahasan mengenai visi dan misi, pembahasan isu strategis yang dilakukan oleh Bengkel APPek 5 tahun ke depan dan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok membahas  isu politik, kebencanaan, kemandirian desa dan kelembagaan.

Bagian akhir dari kegiatan ini ialah membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) sehingga menjadi acuan untuk menyukseskan renstra yang telah dibuat dan menjadi tindakan nyata ke depan.

Penulis: Elin

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media