Berita

bengkelappek.org, Bengkel APPeK bersama TI Indonesia telah menginisiasi terbentuknya Komite Anak Muda Pemantau Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Kupang pada Bulan Juni 2021. Kehadiran anak muda ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, berperan aktif dalam proses kebijakan dan mengawal pengadaan barang dan jasa dengan harapan badan publik semakin transparan , akuntabel dan partisipatif.

Komite Anak Muda PPBJ yang difasilitasi Bengkel APPeK NTT mengadakan Diskusi Publik Hasil Pemantauan Komite Anak Muda di SDI Bismarak dan SDN Oeli’I Kabupaten Kupang pada Selasa, 28 Februari 2022 bertempat di OCD Café, Lasiana, Kota Kupang.

Diskusi ini dimulai dari pemaparan Ketua Komite Anak Muda PPBJ, Leonardus Lian Liwun, tentang sejarah terbentuknya Komite Anak Muda PPBJ dan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan Komite selama ini. 

kemudian Leo memaparkan hasil pemantauan Komite Anak Muda PPBJ di dua sekolah tersebut dan hasil pemantauan ini ditemukan bangunan sekolah yang dikerjakan kuaitasnya buruk, belum sampai beberapa bulan tapi gedung sudah mengalami banyak kerusakan.

“Di SDI Bismarak plafon mengalami kerusakan dengan sudah munculnya bercak-bercak hitam bahkan ada satu ruangan kelas yang plafonnya rubuh dan adanya tembok yang mengalami retak. Sedangkan di SDN Oelii juga mengalami beberapa kerusakan gedung sekolah yakni tembok yang retak, bak penampung air yang bocor sehingga tidak bisa menampung air”,paparnya.

Foto Kerusakan Plafon SDI Bismarak (Sumber: Dokumentasi Ori Hana)

Hal ini tentu saja sangat menimbulkan kekecewaan yang besar dirasakan oleh Kepala sekolah dan juga pihak sekolah, karena menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi siswa-siswi dan guru-guru ketika sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar karena kondisi sekolah yang buruk ini.

“Ditakutkan dikemudian hari keadaan seperti plafon rubuh ini terjadi lagi dan mengalami trauma yang panjang bagi siswa-siswi dan guru-guru di sekolah”,lanjut leo.

Kepala Sekolah SDN Oeli’i dalam diskusi mengatakan proyek ini terkesan kita hanya siap menerima saja tanpa tahu apa-apa”,ujarnya.

Hal ini Kemudian ditanggapi oleh Ketua Komisi Informasi NTT mengatakan “pembangunan sekolah tidak transparan, ada yang ditutupi”,tegasnya.

Sedangkan Ombudsman NTT menilai temuan Komite PPBJ ini ada potensi penyala gunaan wewenang.

Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh beberapa stakeholder baik itu dari OMBUDSMAN NTT, Komisi Informasi NTT, pikah sekolah SDI Bismarak dan SDN Oelii yakni Kepala Sekolah, Komite Sekolah, pihak media dan Komite Anak Muda PPBJ.

Baca Juga : FGD Isu Perubahan Iklim Multistakeholder Tingkat Provinsi NTT

Sangat disayangkan pada diskusi ini tidak dihadiri oleh beberapa pihak Pemerintah yakni dari Dinas PUPR Provinsi NTT, Inspektorat Provinsi NTT dan BPKP Provinsi NTT padahal sudah diundang oleh panitia. Besar harapan ketika pihak pemerintah hadir untuk mendengarkan secara langsung kondisi yang dialami kedua sekolah ini dan disampaikan oleh Kepala Sekolah tentu mendapat tanggapan dari pihak pemerintah.

Meskipun pihak Pemerintah tidak hadir, diskusi berjalan baik dan mendapat tanggapan serius dari pihak OMBUDSMAN dan Komisi Informasi, mereka akan selalu terbuka dalam menerima pengaduan dari pihak sekolah maupun pihak Komite Pemuda PPBJ.

Pantauan tim media Suara Kampung, penghujung diskusi disepakati bersama untuk membuat satu channel/link bersama yang dapat diakses untuk memberikan pengaduan informasi publik baik oleh Komite PPBJ dan masyarakat yang ingin melakukan pengaduan.

Penulis: Elin Sereh  

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media