Berita

bengkelappek, org. Workshop Penyusunan Agenda Implementasi Kerjasama Bengkel APPeK NTT, ICW Bersama Inspektorat Kota Kupang dan Desiminasi Penggunaan Opentender.net Sebagai Platform Pemantauan Pengadaan Barang dan Jasa, Kamis, 01/09/2022.

Kepala Inspektorat Kota Kupang,Frangki Amallo, mengatakan pengawasan inspektorat untuk sektor pengadaan barang dan jasa memang masih kurang. Biasanya kita mendapat aduan dari masyarakat lalu kita melakukan pemantauan atau mencari informasi, sehingga informasi tersebut betul-betul berkualitas agar kita mengambil tindakan.

“Ini kesempatan untuk kita menambah ilmu selain ilmu teknis maupun tugas pokok dan fungsi-fungsi. Ini tantangan buat kita, karena bagaimana ICW mengundang kita untuk cara untuk bisa melaksanakan pengawab PBJ dan tentu kedepanya harus lebih baik. Jangan sampai kita menerima tantangan tetapi tidak merubah pola berpikir dan mindset dari teman-teman terutama berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa”,ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kadang-kadang pelaku kejahatan itu lebih cepat satu langka di depan kita karena itu teman-teman harus mencari cela untuk tetap berwaspada.

“kita juga waspada terhadap diri kita sendiri, jangan sampai kita juga yang menyalai aturan. Atau kita mau bersihkan rumah orang, kita juga harus membersihkan rumah sendiri”,pungkasnya.

Baca JugaTeken MOU Pemantauan Bersama PBJ, Jefri R. Kore: Jangan Mark Up Sembarang

“saya pikir ini tantangan buat kita yang diberikan oleh teman-teman ICW dan Bengkel APPeK. Ingat, kita sudah diikat dengan suatu kesepakan yang ada dalam MOU terus ada turunanya yaitu perjanjian kerjasama. Ini merupakan implementasi dari PKS (Perjanjian Kerja Sama) itu dan itu bukan merupakan hanya diatas kertas”,lanjutnya.

Foto Workshop Penyusunan Agenda Implementasi Kerjasama Bengkel APPeK NTT, ICW Bersama Inspektorat Kota Kupang, Kamis, 01/09/22, Kristal Hotel (Sumber: Dokumentasi Naldo J)

Perwakilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sumaryanto, menegaskan kerja sama ini untuk melakukan pengawasan bersama di sektor pengadaan barang dan jasa. Apalagi sektor ini menjadi salah satu yang potensial terjadinya kasus korupsi.

“Kami memang sudah beberapa tahun yang lalu mulai melakukan inovasi-inovasi, nanti akan dilakukan sharing bersama soal instrumen sektor pengawasan di PBJ yang datanya bersumber dari lembaga pengadaan barang dan jasa”,tegasnya.

Sejak berubahnya metode pengadaan barang dan jasa dari tradisional kemudian ke elektronik dan kami berusaha untuk melakukan pendekatan dengan LKPP untuk mengembangankan instrumen pengawasan yang namanya opentender.net.

Baca JugaTemuan Bengkel APPeK Terkait Transparansi Keuangan Partai Politik Tingkat Provinsi NTT

“Kami menawarkan ide ini dengan LKPP dan mereka sangat tertarik sehingga bisa di akses oleh suluruh rakyat Indonesia”,tuturnya.

Pria yang biasa disapa Agus ini kemudian mengungkapkan kegembiraanya karena bisa bekerjasama dengan pemerintah Kota Kupang, apalagi di seluruh Indonesia hanya ada dua pemerintah daerah yang membangun kolaborasi bersama ICW yaitu Kabupaten Maros dan Kota Kupang.

“Senang sekali kami dari ICW bisa bekerja sama melakukan MOU dengan pemerintahan kota kupang. Nah, untuk pemerintah daerah yaitu kota kupang dan maros. Jadi ini sangat luar biasa, karena daerah lain belum ada dan yang sudah kita mulai pendekatan di papua”,ungkapnya.

“ini luar biasa sekali,kami sangat mengapresiasi pemerintah kota kupang yang mau melakukan upaya pengawasan. Sekali lagi,kami nanti akan memberikan metode pengawasan yang kira-kira efektif”,lanjutnya.

Senada juga disampaikan koordinator umum Bengkel APPeK, Vinsensius Bureni, menyampaikan rasa terimakasih untuk kerjasama yang dibangun Bengkel APPeK, ICW dan Pemerintah Kota Kupang.

“Pintu masuk hari ini menjadi bagian yang sangat luar biasa bahkan menghasilkan ide-ide dan ini tentu menjadi tanggungjawab kita bersama. Tidak hanya sekedar ide tetapi diwujud nyatakan ke dalam aksi-aksi selama satu tahun ke depan”,ujarnya.

“Kami juga bersyukur karena pemerintah Kota Kupang, sekalipun pa wali kota kemarin di ujung masa jabatanya kita baru tandatangan MOU dan ini merupakan titipan berharga untuk kita melakukan sesuatu sebagai persipan masa depan kota Kupang. teristimewa dalam upaya menjamin transparansi sekaligus akuntabilitas pengadaan barang dan jasa di Kota Kupang”,lanjutnya.

Pantauan tim media Suara Kampung, kegiatan ini telah menghasilkan Rencana Kerja Bersama antara Bengkel APPeK NTT, ICW dan Inspektorat Kota Kupang untuk melakukan pemantauan bersama di sektor pengadaan barang dan jasa di Kota Kupang.

Penulis: Naldo J.

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media