Berita

bengkelappek.org, Indonesia Corruption Watch (ICW) sejak tahun 2013 telah mengembangkan instrumen pemantauan yang dapat digunakan oleh publik untuk melakukan pengawasan pengadaan disetiap daerah. Instrumen tersebut berupa situs web yang dapat diakses oleh public dengan nama opentender.net.

Melalui situs ini diharapkan dapat memutus rantai korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Oleh karena itu, penting adanya upaya kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat sipil untuk menekan angka korupsi, terutama di Kota Kupang.

Kes Tuturoong, perwakilan ICW mengatakan dasar kolaborasi terkait laporan korupsi pengadaan barang dan jasa.

“Focus kita tentu lebih kepada mencegah terjadinya korupsi dibanding dengan penanganan kasus. Kami sebelumnya cukup vocal dengan laporan kasus, ketika kami menginisiasi kegiatan seperti ini, tantangnya juga luar biasa”,ujarnya.

Baca JugaWorkshop Penyusunan Agenda Implementasi Kerjasama Bengkel APPeK, ICW dan Pemkot Kupang

Kes juga menambahkan kolaborasi antara APIP dan masyarakat sipil ini bisa memastikan dana public tersalur dengan baik.

“Kami bangga sekali kerja sama dengan kota Kupang sebagai salah satu pemerintah daerah yang kami harap akan menjadi contoh bagi kabupaten lain”,lanjut Kes.

Foto Pemberian Hadiah Untuk Pemenang Kuis Dari ICW Kepada Peserta Kegiatan (Sumber: Dokumentasi Naldo)

Sementara itu, Thersia Ratu Nubi perwakilan Bengkel APPeK NTT, Tres menyampaikan bagaimana proses MOU ini berjalan hingga sampai pada titik penguatan cara penggunaan opentender.net.

“Kami sangat bangga untuk kerja sama yang baru mulai ini, semoga MOU dan PKS yang kita sudah tanda tangan bersama dan selama lima tahun ke depan, kita tetap berjalan bersama. Tentu ada juga hal-hal yang menggangu perjalanan kita, tapi saya percaya kalau semuanya di dasari oleh niat baik pasti kita akan melewati”,ungkapnya.

Baca JugaLokakarya Strategi Advokasi Perubahan Iklim Yang Berperspektif Gesi

Ia juga mengapresiasi kehadiran Inspektorat Kota Kupang yang sudah terbuka untuk membangun kerja sama dengan Bengkel APPeK dan ICW.

“Kami juga butuh belajar banyak bagaimana membangun komitmen bersama pemerintah. Tantangan terberat bagi kami adalah tidak semua orang terbuka untuk bersama-sama berbagi data dan informasi”,paparnya.

Lebih lanjut, Tres, mengungkapkan rasa terimakasih kepada ICW yang terus memberikan kepercayaan kepada Bengkel APPeK dalam membangun kerjasama ini.

“Melalui MOU dan turunanya untuk kita bekerja sama dalam proses pengawasan pengadaan barang dan jasa di Kota Kupang. semoga melalui kerja sama ini kita akan berkontribusi untuk daerah tercinta kita dan kita punya tanggungjawab moril untuk itu”, lanjutnya.

Senada juga disampaikan Sekretaris Inspektorat Kota Kupang, ia menyampaikan memang perjalanan PKS ini cukup panjang dan secara khusus Inspektorat menerimanya dengan baik.

“Program kerja sama ini merupakan satu hal yang menjadi tugas kami tujuan yang mulia adalah untuk kepentingan masyarakat”,ungkapnya.

Ia juga berharap agar kerja sama ini terus berlanjut dan akan menyampaikan program kolaboratif ke Penjabat wali Kota Kupang.

Baca Juga: Ada Indikasi Korupsi Pada Proyek Pembangunan Tembok Penahan Jembatan di Jalan Timor Raya KM 27 Kelurahan Baubau

“Semoga tetap berjalan, saling berkoordinasi, saling memotivasi dari tanggungjawab masing-masing kita. Jujur ICW  kami hanya lihat di TV tapi hari ini kita ketemu langsung dengan ICW”,tuturnya.

“Hari ini ICW juga sudah mentransferkan ilmunya untuk kita dalam pemetaan resiko pengadaan barang dan jasa. Memang dalam program kerja kami selalu ditekankan pemeriksaan berbasis resiko. Kami juga sangat berterimakasih untuk Bengkel APPeK karena ini bagian dari untuk meningkatkan kapasitas APIP”,lanjutnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan oleh ICW bekerjasama dengan Bengkel APPeK dan didukung oleh pemerintah Kota Kupang. Harapanya peserta dapat menggunakan opentender.net sebagai instrumen untuk membantu kerja-kerja Inspektorat Kota Kupang dalam mengidentifikasi pengadaan yang berpotensi memiliki risiko kecurangan. Peserta yang terlibat berjumlah 37 orang terdiri dari Inspektorat Kota Kupang 30 orang, Bengkel APPeK 4  Orang dan ICW 3 orang.

Penulis: Naldo J.

 

Author: Bengkel AppekEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tentang Kami

Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) adalah Sebuah Organisasi Berbadan Hukum Perkumpulan dan Bersifat Nirlaba yang Melakukan Fasilitasi dan Implementasi Langsung  dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Rentan, Perempuan dan anak pada Komunitas Desa-Kelurahan dan Pengembangan TKLD di Berbagai Level, dengan dukungan sumber daya yang berasal dari Iuran Anggota, Dana Hibah dari Berbagai Sumber Baik Lokal, Nasional dan Internasional (Kecuali Dana Hutang Luar Negeri) serta memiliki Wilayah Kerja di Regional Nusa Tenggara.

Bengkel APPeK Social Media